Jenis Produk Berbentuk Potongan Pipih Tebal Atau Tipis Adalah

Jenis Produk Berbentuk Potongan Pipih Tebal Atau Tipis Adalah – LOKAKARYA KELAS 8 “PENGOLAHAN MAKANAN SEMI OLAHRAGA DARI BIJI, KACANG DAN TOMBOL UNTUK MAKANAN KHUSUS DAERAH LOKAL”

Pada pembelajaran ini Anda akan belajar tentang pengolahan produk setengah jadi dari biji-bijian, kacang-kacangan dan umbi-umbian menjadi makanan khas daerah. Untuk itu perlu dikaji kembali pengetahuan semester I seperti apa yang dimaksud dengan pengolahan pangan, apa itu biji-bijian, umbi-umbian, dan pangan setengah jadi, sebagai berikut:

Jenis Produk Berbentuk Potongan Pipih Tebal Atau Tipis Adalah

Pada umumnya pengolahan biji-bijian dan umbi-umbian menjadi produk setengah jadi menghasilkan jenis pangan berupa potongan pipih tebal atau tipis (misalnya kerupuk berbagai jenis), butiran besar (misalnya jagung kupas, butiran sorgum, tepung tiwul instan dan keripik/ butiran, minyak sawit lainnya) atau butiran halus (misalnya berbagai jenis tepung, baik dari biji-bijian maupun umbi-umbian) dengan menggunakan teknik pengeringan. Makanan olahan setengah jadi tersebut berupa bahan baku kering yang kemudian menjadi bahan baku olahan industri rumahan dan pabrik. Produk setengah jadi mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi karena mempunyai umur simpan yang lebih lama dan dapat cepat diolah sesuai kebutuhan. Di bawah ini akan kami uraikan jenis-jenis makanan khas Indonesia yang diolah dengan menggunakan bahan makanan olahan setengah jadi dari biji-bijian dan umbi-umbian dalam bentuk potongan pipih tebal atau tipis, biji besar dan biji halus.

Pohon Mangga: Ciri Ciri, Jenis Dan Manfaat Mangga (up 2022)

Produk setengah jadi berbentuk pipih tebal atau tipis dari biji-bijian antara lain kerupuk gendar, rengginang, keripik jagung, kerupuk bawang, bihun dan mie. Produk setengah jadi berbentuk umbi pipih tebal atau tipis antara lain kerupuk tette, keripik singkong, singkong bakar/ubi jalar, singkong dan kentang beku. Produk setengah jadi berupa biji-bijian dan umbi-umbian dengan bentuk pipih tebal/tipis seperti kerupuk, keripik dan kentang beku biasanya diolah menjadi makanan khas Indonesia dengan menggunakan teknik penggorengan minyak. Namun dalam bentuk serbuk gergaji/singkong, ubi jalar dan singkong/singkong diolah dengan teknik berbeda, bisa dikukus, direbus atau dipanggang.

Gambar 1. Olahan makanan setengah jadi berbentuk pipih tebal atau tipis dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan umbi-umbian yaitu a) biskuit gendar, b) rengginang, c) biskuit tette, d) keripik tempe. sumber: dok. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Produk setengah jadi berupa butiran besar yang terbuat dari biji-bijian adalah beras/beras instan, beras jagung, cornflake kering dan beku, aneka butiran oat, aneka pasta, butiran beras/sorgum. Produk setengah jadi yang berbentuk butiran besar berbahan dasar kacang-kacangan adalah kacang hijau, kacang tanah, dan kacang kedelai. Sedangkan produk setengah jadi berupa umbi besar adalah tiwul instan dan nasi singkong. Produk setengah jadi seperti biji-bijian dan umbi-umbian berupa nasi, nasi instan, nasi jagung, aneka pasta, aneka oatmeal, butiran beras/sorgum sering diolah menjadi makanan khas Indonesia dengan menggunakan teknik steam atau pemasakan, namun kemudian dalam bentuk jagung kupas kering, diproses menggunakan teknik pemanasan berbeda. Biji jagung yang dikupas akan pecah bila dipanaskan akibat pemuaian uap air pada biji. Sedangkan jagung beku kupas dapat dibuat menjadi berbagai masakan khas Indonesia, seperti sop, gorengan, tumisan, kue, dan lain sebagainya dengan berbagai teknik, termasuk dengan merebus atau menggoreng. Sedangkan produk setengah jadi yang terbuat dari kacang-kacangan yang berbentuk biji atau butiran seperti kacang hijau, kedelai, dan kacang tanah biasanya diolah dengan cara dimasak, dipanggang, atau dipanaskan di dalam oven.

Baca juga  Sebutkan Tiga Usaha Yang Dapat Dilakukan Untuk Melestarikan Tarian Keagamaan

Gambar 2. Olahan makanan setengah jadi dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan umbi-umbian berbentuk butiran besar yaitu a) jagung kod, b) nasi jagung, c) kedelai goreng, d) kue kering. sumber: dok. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Pohon Kemiri Dengan Ragam Manfaatnya Bagi Kehidupan Manusia

Produk setengah jadi berupa butiran halus yaitu tepung beras, tepung jagung/jagung, tepung terigu dan sorgum. Sedangkan produk setengah jadi berupa butiran halus dari umbi-umbian adalah tepung ubi jalar, tepung tapioka, tepung talas, dan tepung kentang. Produk setengah jadi seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan umbi-umbian dengan berbagai jenis tepung biasanya diolah menjadi makanan khas Indonesia dengan teknik yang berbeda-beda.

Berbagai jenis tepung mulai dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan umbi-umbian kini dapat diolah menjadi berbagai produk makanan khas Indonesia seperti; jenang (Jawa), aneka jenis kue (seperti kue Adee singkong (Meureudu), bolu, lepet (Jawa), donat (Jakarta), brownies (Bandung), dll), bakpia (Jawa), es krim, mie, roti atau keripik. Di bawah ini Anda melihat gambar hasil olahan setengah jadi seperti biji-bijian, kacang-kacangan dan umbi-umbian dalam bentuk butiran halus.

Gambar 3. Olahan makanan setengah jadi dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan umbi-umbian dalam bentuk butiran halus, yaitu a) Kue Adee, b) Udang goreng tepung, c) chaikage, d) bakpia. sumber: dok. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Manusia membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Makanan yang masuk ke dalam tubuh, selain untuk menjaga kesehatan, juga digunakan untuk proses pertumbuhan, penggantian sel-sel yang rusak, dan penyediaan energi agar proses biokimia dalam tubuh tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini menunjukkan bahwa manusia membutuhkan nutrisi dalam jumlah tertentu dari makanan untuk bertahan hidup.

Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi (prakarya)

Kata gizi berasal dari bahasa Arab ‘ghidza’ yang berarti makanan. Oleh karena itu, kita harus bisa membedakan antara bahan makanan dan zat/zat gizi/gizi makanan. Zat pangan merupakan satuan gizi yang menyusun pangan. Bahan pangan disebut juga bahan pangan dalam perdagangan, yaitu bahan pangan yang dibeli, diolah, dan diolah menjadi masakan. Makanan yang baik dan bergizi merupakan landasan terpenting bagi kesehatan. Cukup atau tidaknya nilai gizi makanan yang dikonsumsi dapat diperkirakan secara kuantitatif dari nilai energi (kalori) yang dikandungnya. Kalori adalah satuan yang digunakan untuk mengukur nilai energi yang diterima tubuh dalam mengkonsumsi makanan/minuman. Ada enam jenis zat gizi yang dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan tubuh agar dapat tumbuh dengan baik dan sehat, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Nutrisi yang dianjurkan menjadi dasar pola makan gizi seimbang.

Baca juga  Apa Saja Barang Yang Diimpor Negara Brunei Darussalam

Bahan makanan yang mengandung karbohidrat antara lain nasi, jagung, gandum, roti, mie, makaroni, bihun, kentang, singkong, ubi jalar, talas, umbi-umbian, tepung terigu, gula pasir, dan minyak.

Protein bisa Anda dapatkan dari daging, ayam, kelinci, telur, ikan, udang, susu, namun juga dari kacang-kacangan dan produk olahannya seperti tahu dan tempe.

Teknik dasar pengolahan pangan dibedakan menjadi dua yaitu teknik pengolahan pangan panas basah dan teknik memasak panas kering.

Prakarya Kelas 8

Teknik pengolahan makanan dengan panas lembab melibatkan pengolahan bahan makanan dengan menggunakan bahan cair untuk memasaknya. Bahan dasar cair yang digunakan bermacam-macam, seperti air, kaldu, santan, santan, atau bahan lainnya. Suhu cairan pada teknik pengolahan makanan basah-panas tidak pernah melebihi suhu pemasakan. Teknik ini meliputi merebus, merebus cairan yang menutupi makanan (poaching), memasak dengan sedikit cairan (simmering), mengukus, merebus, mengukus dan mengukus.

Teknik memasak adalah pengolahan bahan makanan dalam cairan mendidih. Cairan yang digunakan adalah air, kaldu dan susu. Caranya adalah dengan memasukkan bahan makanan ke dalam cairan dingin atau air panas.

Teknik poacing adalah cara memasak bahan makanan dalam bahan cair sehingga bahan makanan yang dimasak dengan api kecil di bawah titik didih (92-96 °C) tertutup. Bahan makanan yang direbus adalah makanan yang lunak atau empuk dan tidak memerlukan waktu pemasakan yang lama, seperti telur, ikan, dan buah-buahan. Cairan bisa berupa kaldu, air asam, cuka dan susu.

Teknik braise adalah teknik memasak bahan makanan dengan sedikit cairan (sekitar setengah dari bahan yang akan dimasak) dalam panci tertutup, dengan api dikecilkan secara perlahan. Jenis makanan yang diolah dengan teknik ini biasanya berupa daging dan sayuran. Efek dari merebus sama dengan mengukus, yaitu menghasilkan daging yang lebih empuk dan aroma yang dikeluarkan bercampur dengan cairan.

Baca juga  Kecapi Berasal Dari Daerah

Jajanan Tradisional Khas Jawa Tengah, Tak Kalah Enak Dari Makanan Modern

Merebus adalah pengolahan bahan makanan yang terlebih dahulu digoreng dengan bumbu dan direbus dalam cairan pedas dan tidak terlalu banyak cairan dengan api sedang. Maksudnya masak dengan api sedang dan lama agar aroma bahan daging keluar sempurna. Bahan masakannya biasanya daging, ayam, dan ikan. Pengolahan dengan teknik ini harus diaduk secara teratur dan hati-hati agar tidak mudah hancur. Dalam proses perebusan, cairan yang digunakan adalah air, susu, santan dan kaldu. Contoh makanan yang menggunakan teknik ini adalah opor ayam, kari kambing, dan kari ikan.

Teknik mengukus adalah penyiapan bahan makanan dengan uap air mendidih. Sebelum mengukus makanan, kukusan yang berisi air harus dipanaskan terlebih dahulu hingga mendidih dan menghasilkan uap, kemudian makanan dimasukkan ke dalam kukusan atau steamer. Uap air panas mengalir di sekitar makanan yang dikukus. Efek dari teknik ini adalah makanan menjadi semakin empuk, tidak banyak nilai gizi makanan yang hilang karena tidak bersentuhan langsung dengan air. Makanan yang diolah dengan cara ini antara lain puding, kue bolu, sayuran, ikan atau ayam.

Teknik perebusan ini merupakan suatu teknik dimana bahan makanan diolah dengan saus atau bahan cair lainnya yang dididihkan terlebih dahulu, kemudian panasnya diturunkan hingga dibawah titik didih dan dimasak dalam waktu yang lama, hingga muncul gelembung-gelembung kecil di permukaannya. Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat kaldu yang mengeluarkan ekstrak dari daging yang dimasak.

Teknik memasaknya terdiri dari memasak makanan menggunakan dua panci dengan ukuran berbeda, salah satunya lebih kecil. Cara ini memakan banyak waktu, sama seperti tim nasi dan coklat.

Soal Latihan Ukk Prakarya Kelas 8

Teknik pengolahan panas kering (dry heat cooking) adalah pengolahan pangan tanpa menggunakan bahan cair untuk memasaknya. Teknik ini tidak menggunakan air sama sekali pada proses pemasakan, melainkan minyak (minyak zaitun, minyak lobak) sehingga suhunya bisa mencapai 180°C. Teknik ini meliputi menggoreng dengan minyak banyak (frying), menggoreng dengan sedikit minyak (small fried), memanggang, memanggang, memanggang dan menyangrai.

Maksudnya menggoreng adalah memasak bahan makanan dengan minyak/lemak yang banyak hingga bahan makanan terendam seluruhnya dalam air sehingga

Bahan twiscone tebal atau tipis, bahan rayon tipis atau tebal, potongan rambut tipis agar terlihat tebal, pensil 2h tebal atau tipis, bahan polymicro tebal atau tipis, bahan babyterry tebal atau tipis, model potongan rambut tipis agar terlihat tebal, kain fleece tebal atau tipis, bahan katun tebal atau tipis, katun poly tebal atau tipis, bahan polycotton tebal atau tipis, bahan crepe tebal atau tipis