Ciri Khas Silat Adalah Gerakan

Ciri Khas Silat Adalah Gerakan – SILAT BETAWI. Anggota kelompok Cingkrik Silat unjuk kebolehan pada Festival Budaya Betawi di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat, Sabtu (9/6). ANTARMUKA/Fanny Octavianus

JAKARTA – Betawi dikenal sebagai sumber tokoh silat. Banyak orang terkenal yang jago tinju lahir dari negeri Jakarta. Siapa yang tak mengenal Sabeni, pahlawan legendaris Tanah Abang yang menjadi tenar setelah mengalahkan jagoan Kemayoran, saat hendak mempersunting putri Macan Kemayoran.

Ciri Khas Silat Adalah Gerakan

Menurut Bang Izul, salah satu cucu Sabeni, kakeknya juga berhasil mengalahkan Pak Kuntau dari Tiongkok yang sengaja diutus oleh Belanda yang tidak suka dengan kegiatan Sabeni yang mengajari orang Betawi memukul dan menari. Sabeni meninggal dunia pada usia 85 tahun, dua hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan dimakamkan di Pemakaman Jalan Lama Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Eksistensi Perguruan Maen Pukul Bandul Potong Condet

Kemudian muncullah Pitung, pendekar asal Kampung Rawabelong, Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat. Selain berbagai versi cerita yang mengiringi keberadaannya, masyarakat Betawi mempunyai pengetahuan yang luas tentang kepiawaian si Pitung dalam bermain silat dan keberaniannya dalam membela rakyat kecil. Bahkan di mata

, dipandang sebagai pencuri yang kerap membagikan uang hasil curiannya ke masyarakat kecil. Mirip dengan kisah Robin Hood, pahlawan rakyat dari Sherwood Forest di Nottingham, Inggris.

(1996) bahwa Pitung menjadi sasaran operasi Belanda. Akibat pengkhianatan teman-teman muridnya, Pitung dibunuh oleh Schout van Hinne pada 16 Oktober 1893. Kabar meninggalnya jagoan silat Betawi ini dimuat di India Olanda, surat kabar terbitan Hindia Malaya (sekarang Malaysia).

Meski legenda silat Betawi sudah banyak yang meninggal, namun warisan Silat Betawi masih digandrungi masyarakat. Budaya melestarikan budaya leluhur ini tetap didasari oleh filosofi, jangan mencari musuh, jika ada jangan lari.

Mengenal Seni Bela Diri Tradisional

Awalnya, Silat Betawi diciptakan untuk melindungi masyarakat adat dari penjajah atau musuh (centeng). Ada beberapa aliran silat yang masih dilestarikan dan dikembangkan hingga saat ini. Salah satunya adalah silat Betawi Cimande dari Pengasinan yang sekarang dikenal dengan nama silat Pengasinan.

Babeh Mansur atau dikenal dengan Babeh Suro, seorang guru silat pengasinan yang masih mengajarkan keahliannya kepada anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya. Mansur mengenang saat pertama kali belajar silat dari orang tuanya.

Baca juga  Ketika Melakukan Gerak Putaran Kedua Tangan Dibuka Membentuk

Ia memulai ceritanya dengan mengatakan bahwa hampir setiap desa mempunyai jagoan silat pada zaman dahulu. Sang juara adalah orang yang melindungi kota dari serangan musuh. Selain itu, jagoan juga merupakan orang yang mengajak manusia untuk berbuat baik dan menjauhi larangan. Jurus karate yang disempurnakan juga didasarkan pada kecepatan dan ketangkasan.

“Filosofi yang diajarkan para pesilat Betawi adalah jangan mencari musuh, tapi kalau ada (musuh) maka larilah,” kata Mansur saat ditemui.

Pengertian Pencak Silat: Sejarah, Teknik Dasar, Jurus Dan Peraturan

Sebagai pembeda antara jagoan dan jagoan, status juara diberikan karena orang tersebut terbukti pandai membaca Al-Qur’an (Al-Quran). Sebab, salah satu syarat latihan silat Betawi adalah mengaji. Guru juga menguji kemampuan membaca Al-Quran seiring dengan meningkatnya tingkat penguasaan langkah karate lainnya. Mansur mengatakan, ada enam gerakan dalam silat Pengasinan yang diajarkan dari tingkat dasar hingga tingkat tertinggi.

Pengasinan Silat sendiri, kata Mansur, berasal dari Kecamatan Pengasinan, Depok. Silat Pengasinan, kata dia, lebih dari sekedar silat. Setiap langkah yang diajarkan baik dalam menyerang maupun bertahan merupakan contoh kerendahan hati. Artinya memprioritaskan pertahanan Anda terhadap serangan lawan, kecuali Anda berada di bawah tekanan untuk menyerang.

Mansur menjelaskan sambil menggunakan gaya bertahan dan menyerang dengan gerakan tangan dan kaki saat menghalau serangan musuh. Dari segi ketrampilan, Mansur menampilkan permainan atas (tangan), permainan tengah (perut), dan permainan bawah (kaki).

Segalanya dilakukan untuk menahan serangan yang datang. Pengasinan Silat, lanjutnya, mengadopsi gerakan dasar Silat Cimande. Tindakan perlindungan yang dilakukan Cimande serupa dengan menimbulkan efek serangan panik saat situasi krisis. Oleh karena itu dalam Pengasinan struktur pelindung ini ditambah atau diubah agar pergerakannya menjadi monoton, yaitu. lebih banyak variasi.

Kekayaan Budaya Bernama Pencak Silat

Langkah-langkah ilmu bela diri Pengasinan juga mengajarkan seseorang untuk menahan diri dari kesombongan. Misalnya saja para pencak silat Cimande yang dekat dengan Yang Maha Kuasa, menjauhi larangan-larangan yang diajarkan agama, dan yang terpenting menghormati orang tua. Hal ini pula yang membuat para pendekar yang mewarisi ilmu ini tenang dalam berperilaku.

Silat juga membangun kekuatan batin dengan meningkatkan rasa percaya diri dan membangun kerendahan hati. Padahal makna dalam silat adalah gambaran kehidupan yang mengatakan bahwa ada langit lain yang lebih tinggi dari langit.

Asal usul Pengasinan Silat terjadi di wilayah Betawi sendiri pada masa penjajahan Belanda. Dahulu, nenek moyang orang Jawa Barat, Bogor, Depok dan sekitarnya tidak ingin tanahnya dikuasai para pemukim.

Baca juga  Guru Swara Tembang Kinanthi Kang Awujud Wulu Mapan Ing Gatra.....

Para juara juga bertarung dengan keterampilan karate, salah satunya Silat Cimande. Dari sana, pemasinan silat menjadi lebih populer di seluruh Jakarta. Guru silat Pengasinan yang terkenal pada masa itu adalah H. Miin bin Kiin alias Misar.

Pencak Silat |

G J Nawi menulis dalam buku Memainkan Pukulan Khas Pencak Silat Betawi, permainan pukulan Pengasinan diperkenalkan dan disebarkan pada tahun 1952 di berbagai wilayah di Jabodetabek. Selama delapan tahun, Misar berkeliling memperkenalkan olahraga tinju ini tanpa mengubah gerakan yang diterimanya dari gurunya. Pada tahun 1960 dia meninggal. Tongkat kerajaan tersebut diserahkan oleh putra pertamanya, Ali Yakub, hingga saat ini.

Ia mengatakan, pencak silat apa pun yang masuk ke Indonesia, khususnya Jakarta, tidak akan mempengaruhi filosofi silat Betawi dan ia akan memperkenalkan silat Betawi dari Jakarta.

Selain Pengasinan, GJ Nawi, dalam buku tersebut juga menyebutkan silat cingkrik yang merupakan bagian dari silat Betawi dari Rawa Belong, Jakarta Barat. Ki Maing merupakan salah satu orang yang pertama kali memperkenalkan silat cingkrik.

Hal itu dipicu adu tongkat antara dirinya dengan Nyi Saerah, seekor kera milik tetangganya. Saat itu, Nyi Saerah sedang memegang tongkat Ki Maing saat lewat di depan rumahnya. Secara sadar dia berusaha melindungi stafnya. Seolah-olah dia memiliki keterampilan menyerang dan bertahan, monyet itu tidak mau kalah. Tarik menarik antara keduanya tidak bisa dihindari.

Pengertian Pencak Silat, Unsur Unsur, Tujuan, Fungsi, Teknik, Dan Manfaat Yang Didapat

Singkat cerita, adu monyet menjadi bagian dari taktik yang digunakan Maing. Ki Maing sangat senang dengan gerak-gerik kera dalam menyerang dan bertahan.

Kombinasi pertahanan dan serangan yang baik membuat Ki Maing mengambil langkah monyet untuk meningkatkan gerakan pukulannya. Dengan modifikasi jurus monyet ini, kemampuan Ki Maing dalam karate semakin meningkat.

Nyatanya, tidak ada yang bisa mengalahkannya, termasuk sang guru. Saat itu ia memutuskan untuk kembali ke Rawa Belong dan langsung mengajarkan argumen tersebut kepada jagoan setempat.

Dialah Lutfi Suwardi (50), guru Cingkrik di Kecamatan Rawamangun, Jakarta Timur. Ia mengatakan, Cingkrik merupakan gabungan antara silat Betawi dan bela diri lainnya yang biasanya menekankan pertahanan dan serangan dengan tangan dan kaki yang sangat cepat.

Soal Plbj Kelas 2 Smst 2

Silat Betawi Cingkrik tentunya memiliki keunikan pada gerakan pembukaannya yang dikaitkan dengan budaya Islam. Gerakan Cingkrik diawali dengan doa dan diakhiri dengan rasa syukur. Latihan pembukaan terdiri dari 17 gerakan ke kiri dan ke kanan sebagai pembuka. Hal ini sesuai dengan jumlah rakaat shalat wajib per hari.

Saat ini Cingkrik terbagi menjadi dua versi yaitu Cingkrik Sinan dan Goning. Dalam silat Cingkrik Sinan bertumpu pada kekuatan batin yang diimbangi dengan perlindungan.

Baca juga  Melakukan Gerakan Kombinasi Memutar Diawali Dengan Lari Sepanjang

Sedangkan Cingkrik Gonin hanya mengandalkan kekuatan fisik pada dua titik (tangan dan kaki), atau bermain naik turun. Bermain silat cingkrik mempunyai 12 gerakan tangan kosong dan 50 teknik gerakan pada setiap gerakannya.

Selain itu juga terdapat 12 langkah penggunaan pedang, langkah klewangan untuk latihan refleks dan langkah praktis untuk pertahanan diri. Walaupun agak mirip, namun keduanya mempunyai perbedaan.

Tari Jaipong: Sejarah, Ciri Khas, Dan Gerakannya

Ciri utama Cingkrik Goning adalah langkah, jurus, dan gerakan tangannya lebih lebar dibandingkan gaya cingkrik lainnya, ujarnya.

Gerakan utama dalam pencak silat ini menggunakan satu kaki untuk melompat. Karena gerakan ini, masyarakat Betawi menyebutnya jingkrikan dan kemudian disebut jingkrik atau cingkrik.

Ciri utama seni bela diri ini adalah gerakannya yang dinamis dan berkembang, disesuaikan dengan situasi dan situasi. Ia mencontohkan salah satu gerak utama lakon yang menitikberatkan pada perlindungan tangan. Jurus ini mengandalkan tangan dan jari untuk menjatuhkan musuh pada bagian leher, wajah, dan perut dengan satu sentuhan.

Diakui Lutfi, dari segi operasional, Cingkrik masih tertinggal jauh dibandingkan pencak silat lainnya. Pasalnya, Cingkrik mengutamakan pelestarian warisan budaya Betawi. Pada saat yang sama, beberapa pencak silat telah menjadi internasional sehingga menjadi agenda kegiatan nasional dan internasional.

Gerak Spasifik Silat

Meski demikian, Peneliti Kebudayaan Betawi Yahya Andi Saputra menjelaskan, silat Betawi masih digandrungi oleh semua kalangan, baik anak-anak, dewasa, hingga orang tua. Ia bahkan ingin mengatakan bahwa silat Betawi tidak sekompetitif pencak silat lain seperti itu

Ia mengatakan, silat Betawi yang terbagi dalam beberapa aliran, seperti Beksi atau Cingkrik, setidaknya mampu menarik 100 orang di setiap alirannya. Perguruan tinggi saat ini tergabung dalam Persatuan Silat Tradisional Betawi (Astrabi).

Tak hanya tempat berlatih silat, sekolah silat ini kini menjadi salah satu cara yang tepat untuk memperkenalkan budaya Betawi. Dengan mempelajari silat biasanya siswa terpacu untuk mempelajari budaya lain yang berhubungan dengan silat, seperti pantun, lewat pintu, ketimpring dan lain-lain.

Meski terus berkembang, Yahya memastikan tidak ada yang berubah antara silat Betawi dulu dan sekarang. Kalaupun ada perubahan, lanjut Yahya, itu hanya perkembangan tren saja. Namun filosofi Betawi bukanlah silat dimana orang Betawi harus bisa berdoa, selawat dan melakukan silat.

Menilik Sejarah Jurus Lemprak Silat Cirebon Yang Jadi Andalan

“Contohnya pergerakan Beksi I, akan diambil beberapa elemen, termasuk posisi Broneng. Itu arah baru. Cingkrik juga begitu. Tren-tren baru bermunculan,” katanya.

Perkembangan gerakan tersebut, kata Yahya, berawal dari keinginan dan minat siswa dalam meningkatkan kemampuan karatenya. Gerakan-gerakan baru ini seringkali disesuaikan dengan anatomi siswa, seperti tinggi badan misalnya.

Menurut Wakil Ketua Bamus Muhammad Rifky, saat ini terdapat 300 gedung dan sanggar silat Betawi yang tersebar di seluruh Jakarta. Karena ada Pengurus Daerah atau Pengurus Daerah Nomor 4 Tahun Ini