Tuliskan Tiga Peninggalan Sejarah Di Kota Tangerang Yang Kamu Ketahui

Tuliskan Tiga Peninggalan Sejarah Di Kota Tangerang Yang Kamu Ketahui – Pabrik Box di Kota Tangerang Diduga Terbakar Akibat Korsleting Usai HaN Measure Frans Wijsen: Memahami Peran Agama dalam Krisis Alam di Indonesia Sesampainya di Cirebon, Benyamin langsung menjenguk korban kecelakaan mobil Sebuah bus di Mitra Plumbon RS Disperkimta Tangsel fasilitasi pemakaman jenazah korban kecelakaan bus di Tol Cipali Parade Seni dan Budaya menyambut bulan Ramadhan 1445 H di provinsi Pinang

Kota Tangerang yang terkenal dengan perkembangan pesatnya juga memiliki peninggalan sejarah yang menarik. Salah satu aset berharga yang harus dilindungi adalah warisan budaya yang tersebar di berbagai penjuru kota.

Tuliskan Tiga Peninggalan Sejarah Di Kota Tangerang Yang Kamu Ketahui

– Kota Tangerang yang terkenal dengan perkembangan pesatnya juga mempunyai peninggalan sejarah yang menarik. Salah satu aset paling berharga yang harus dilindungi adalah kekayaan budaya yang tersebar di sejumlah lokasi.

Warga Tangerang Tahu Ini Nggak?, Arti Dan Makna Lambang Kota Tangerang

Salah satunya adalah “Tembok Warisan”, sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang Kota Tangerang. Dibangun pada masa penjajahan Belanda pada abad ke-17, Benteng Heritage merupakan salah satu contoh peninggalan arsitektur Belanda yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Selain Benteng Peninggalan, Kota Tangerang juga memiliki situs bersejarah lainnya, seperti bangunan tua berarsitektur kolonial, candi kuno, dan makam bersejarah.

Upaya pelestarian ini dilakukan dengan menjaga keaslian bangunan, memberikan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai budaya, dan mempromosikan wisata sejarah.

Warisan budaya bukan hanya sekedar kesaksian bisu perjalanan masa lalu, namun merupakan daya tarik wisata yang meningkatkan pengalaman wisatawan. Dengan melestarikan dan mempromosikan warisan budaya kota, Kota Tangerang berupaya melindungi warisan budaya yang berharga dan menjadikannya bagian penting dari pertumbuhan masa depan.

Baca juga  Ciri-ciri Sumber Energi Alternatif Harus

Kisah Pahlawan Nasional Aria Wangsakara, Pendiri Tangerang Yang Ahli Strategi Perang Halaman All

Berikut beberapa bangunan cagar budaya di Kota Tangerang yang dapat diperoleh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang.

No Barang / Nama Rumah Bangunan

1. Bangunan Pemakaman Kalipasir dan Masjid Jami

2. Tulis Candi Sakit Tek Bio

Daftar Kecamatan, Kelurahan Dan Kode Pos Di Kota Tangerang

3. Bangunan Berarsitektur Cina (Benteng Peninggalan)

4. Pembangunan Stasiun Kereta Api Tangerang

5. Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan Remaja

6. Pembangunan Pusat Rehabilitasi Perempuan Anak

Rayakan Hut Ke 29, Ini Sejarah Kota Tangerang

7. Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan Remaja II A

8. Pembangunan Candi Boen San Bio

9. Mengunjungi Bendungan Pasar Baru

10. Kadet Pahlawan Dunia

Bangunan Bersejarah Di Tangerang, Sudah Pernah Berkunjung?

11. Makam Raden Aria Santika Be

12. Jadilah Raden Aria Yuda Negara Sare

13. Struktur Pintu Air Kecil

15. Pembangunan Bekas Wakil Direktur Lapas Anak Pria

Ide Wisata Dekat Kota Tua Jakarta Teratas Di 2024

16. Membangun Rumah untuk Pekerja Penjara Anak Laki-Laki

17. Pintu Air Getek Menjadi

1 Bangunan

2. Pembangunan Rumah Arsitektur Cina Tan Su Ek

Candi Dan Situs Bersejarah Di Kediri, Dominasi Peninggalan Hindu Budha

3. Pembangunan Rumah Arsitektur Cina Lim Tian Tiang

4. Pembangunan Museum Lapas Wanita Kota Tangerang

5. Pembangunan Pabrik Kecap Tan Giok Seng

6. Urutan Rambu Kota Tangerang.

Ini Daftar 24 Cagar Budaya Di Kota Tangerang

Bendungan Pintu Air Tangerang atau Bendungan Irigasi Pasar Baru Cisadane terletak di Kelurahan Koang Jaya, Karawaci, Kota Tangerang.

Sesuai dengan julukan populernya, Bendungan Sepuluh Pintu Air Tangerang atau Bendungan Sangego memiliki sepuluh pintu air yang masing-masing lebarnya sepuluh meter.

Konon ketika Belanda menaklukkan Indonesia, mereka mulai membangun Bendungan Irigasi Pasar Baru Cisadane pada tahun 1927.

Hingga saat ini tahun 2018, bendungan ini masih aktif berfungsi untuk mengatur distribusi atau aliran air sungai Cisadane dan dikenal sebagai salah satu simbol Kota Tangerang.

Baca juga  Bagian Tengah Jantung Lowercase

Jawa Pos 3 Desember 2022

Kota Tangerang mempunyai salah satu bangunan berupa tiang-tiang besar dan tinggi yang terbuat dari batu, bata, dan lain-lain untuk menunjukkan prestasi yang telah diraih.

Nama gedung tersebut adalah ‘Tugu Adipura’ yang terletak di tengah Jalan Veteran, Jalan Mohammad Yamin dan Jalan TMP Taruna.

Asal usul nama Adipura bermula dari penganugerahan Piala Adipura Kencana pada tahun 2010 untuk Kota Tangerang. Dan Kota Tangerang sejauh ini berhasil meraih kemenangan sebanyak 7 kali berturut-turut.

Tugu ini merupakan tanda dan simbol keberhasilan Kota Tangerang menjuarai kompetisi Adipura dalam hal kebersihan, kehijauan dan keindahan Kota Tangerang.

Foto Cagar Budaya Dan Peninggalan Sejarah Kota Tangsel Dipamerkan

Keberadaan Tugu Adipura juga sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat. Sebab, setiap Minggu pagi, akses jalan menuju tugu ini ditutup untuk acara CFD (car-free day).

Idenya adalah agar masyarakat bisa berolahraga di tempat ini. Mungkin ikut senam, bermain sepak bola, bulu tangkis, atau yang lainnya.

Jam berukuran besar dengan tinggi 17 meter dan diameter 2 meter ini menjadi simbol baru Kota Tangerang. Seperti kota Bukittinggi yang terkenal dengan Jam Gadangnya.

Nama Jam Gede merujuk pada nama Situ Gede yang berada di dekatnya. Jadi itu juga menunjukkan bahwa Situ Gede ada disana.

Ikon Kota Tangerang Yang Harus Kamu Ketahui

Simbol unik Kota Tangerang yang terakhir adalah Jembatan Berendeng. Jembatan ini terletak di Jalan Benteng Jaya, Kota Tangerang.

Desain jembatannya juga sangat unik. Selain berfungsi sebagai penghubung kawasan Benteng Makasar dengan kawasan Gerendeng, juga berperan sebagai lokasi hiburan – Tangerang tak hanya menjadi pesona perkembangan perkotaan modern, namun juga memiliki sederet bangunan bersejarah yang menakjubkan. Beberapa peninggalan orang-orang zaman dahulu tersebut menjadi saksi bisu perubahan budaya di Indonesia, mulai dari masa kerajaan, kolonialisme, hingga kemerdekaan.

Berdasarkan sejarah, sejak pemerintah daerah setempat, pulau-pulau tersebut telah dikunjungi oleh masyarakat dari seluruh dunia. Mulai dari pedagang yang menjual usahanya hingga pemuka agama yang menyebarkan keyakinannya.

Baca juga  Tari Sekapur Sirih Dan Tari Selampir Delapan Berasal Dari Daerah

Perpaduan budaya dari berbagai daerah diyakini memunculkan keberadaan bangunan yang masih dapat disaksikan hingga saat ini. Termasuk yang ada di Tangerang, Banten.

Masjid Jami Kali Pasir Berusia 445 Tahun, Saksi Bisu Penyebaran Islam Di Tangerang

Museum Benteng Heritage merupakan salah satu bangunan tertua di Kota Tangerang yang terletak di kawasan Pasar Lama. Tempat yang menjadi pemimpin pusat kota disebut Kota Benteng.

Museum Warisan memiliki budaya tradisional Tiongkok, dan dihuni oleh masyarakat setempat. Karena terlihat sangat sederhana, tempat ini telah dipugar sebagai restoran dan museum. Namun kesan bangunan bersejarahnya masih kuat dan tetap layak untuk dikunjungi.

Salah satu alasan mengapa Tangerang dulu disebut Kota Tembok adalah karena pada masa penjajahan, VOC membangun tembok pertahanan. Dibangun untuk kesultanan Banten di dekat Sungai Cisadane. Sayangnya, meski memiliki nilai sejarah yang besar, situs ini sudah tidak terawat lagi.

Masjid Kali Pasir dipercaya sebagai bangunan peninggalan Kerajaan Pajajaran. Tempat yang terletak di Jalan Kali Pasir Kota Tangerang ini juga dekat dengan Kali Cisadane. Memiliki unsur dan gaya khas Tiongkok, namun karakter Islami pada bangunannya juga menonjol.

Berkunjung Ke Cagar Budaya Vihara Avalokitesvara Yang Tertua Di Banten

Tempat ibadah umat Islam ini merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam di Tangerang saat itu. Pada masa itu, Sungai Cisadane menjadi jalur transportasi di wilayah tersebut saat itu.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Putra Tangerang sudah dibangun sejak zaman kolonial, tepatnya pada tahun 1925. Saat itu, bangunan bersejarah ini merupakan hunian berkapasitas 220 anak.

Pro Juventute menjadi pengelolanya pada tahun 1934, Hungry Men and Children diciptakan untuk memunculkan anak-anak keluarga Belanda yang nakal. Ia berpindah tugas menjadi Markas Resimen IV Tangerang pada tahun 1945, namun kembali menjadi tempat penahanan pada tahun 1957 -1961.

Kemudian pada tahun 1964, pengelolaan gedung tersebut dialihkan kepada Direktorat Jenderal Reformasi. Nama yang digunakan adalah Lembaga Pemasyarakatan Putra.

Wajib Diketahui, Ini 5 Pahlawan Yang Berasal Dari Banten

Ada sebuah dunia

Tuliskan tiga cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah penyakit diare, apa yang kamu ketahui tentang sel surya, sebutkan 5 contoh makanan tradisional di indonesia yang kamu ketahui, apa yang kamu ketahui tentang, apa yang kamu ketahui tentang indonesia, apa yang kamu ketahui tentang sumpah pemuda, tuliskan cara menjaga kesehatan yang kamu ketahui, apa yang kamu ketahui tentang penyakit aids, jelaskan tiga jenis artritis yang kamu ketahui, tuliskan cara membayar zakat yang kamu ketahui, tuliskan 4 asmaul husna yang kamu ketahui, tuliskan 3 software search engine yang kamu ketahui