Sebutkan Situs Sejarah Yang Ada Di Kota Tangerang

Sebutkan Situs Sejarah Yang Ada Di Kota Tangerang – Tampak luar Masjid Kalipasir yang terletak di Kelurahan Sukasari Kecamatan Tangerang Kota Tangerang. Merupakan masjid tertua di Kota Tangerang yang berusia 445 tahun (KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL).

TANGERANG, KOMPAS.com – Masjid Kalipasir Jami di Tangerang, Banten memiliki sejarah panjang penyebaran Islam di Tangerang.

Sebutkan Situs Sejarah Yang Ada Di Kota Tangerang

Masjid ini memiliki warna krem ​​​​pada dinding luar dan interior yang didominasi warna putih. Ubin berwarna hijau.

Tak Kalah Dengan Candi Borobudur, Inilah Candi Mendut, Candi Yang Kental Dengan Nilai Sejarah Peradaban

Bangunan masjid sebenarnya menghadap ke barat, tepatnya ke arah Sungai Sisadane. Namun, tidak ada pintu masuk depan masjid.

Jamaah yang ingin memasuki tempat ibadah atau berziarah ke makam dapat masuk melalui pintu yang terletak di sisi utara dan selatan masjid.

Saat memasuki masjid, jamaah akan melihat empat tiang kokoh berwarna hitam berdiri tepat di tengah-tengah Masjid Kalipasir Jami.

KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Pemandangan dari dalam Masjid Kalipasir, tempat ibadah berusia 445 tahun. Masjid tertua di Kota Tangerang terletak di Kelurahan Sukasari di Kecamatan Tangerang Kota Tangerang.

Situs Peninggalan Sejarah Di Tangerang

Namun lanjutnya, yang memutuskan didirikannya masjid tersebut pada tahun 1576 adalah Tobari Ashajili, seorang ulama kota di Tangerang dan pemilik pesantren di Periuk, kota Tangerang.

“Yang menentukan tahun berdirinya ulama masjid juga ada. Sekarang masih ada satu orang yaitu K.H. Tobari Ashajili,” kata Sjairoji dalam pertemuan, Rabu (21/04/2021).

Sebelum ditetapkan sebagai masjid pada tahun 1576, Masjid Kalipasir Jami difungsikan sebagai tempat ibadah ratusan tahun lalu, tepatnya pada tahun 1412.

“Mereka datang ke sini untuk menyebarkan Islam.” Dulu mereka belajar Islam dari guru bernama Syekh Syubakir,” jelas Sajroji.

Menyusuri Masjid Neratze, Situs Bersejarah Bukti Kejayaan Muslim Di Pulau Kreta Yunani

Saat Ki Tenger Jati tiba di kota Tangerang, tanah di Desa Sukasari, tempat berdirinya Masjid Kalipasir Jami, masih berupa hutan.

Baca juga  Apa Perbedaan Dari Palang Tunggal Dan Palang Sejajar

“Kenapa meningkat? Ada pengaruh dari Sungai Chisadane yang dulu disebut Sungai Chipamungkas. Itu (Sungai Chisasane) sebagai jalur transportasi,” imbuhnya.

Karena sungai Sisadane dilalui banyak orang, Masjid Kalipasir Jami yang berada tepat di seberang sungai banyak dikunjungi wisatawan.

Syaroji mengatakan banyak yang singgah dan berdiam diri di luar masjid. Faktor ini menyebabkan perluasan masjid.

Situs Kosala, Peninggalan Zaman Batu Di Kabupaten Lebak

Ibadah dilanjutkan di Masjid Kalipasir Jami hingga seorang ulama asal Persia singgah di masjid tersebut pada tahun 1445.

“Niat awalnya bukan ke sini, tapi ke daerah lain di Banten, tapi singgah di sini. Dengan kedatangannya di sini, masjidnya semakin berkembang,” kata Syaroji.

“Tidak pernah (diubah menjadi aktivitas). Masjid ini tetap menjadi masjid tempat orang berdoa. Dulunya sempat dijadikan tempat pementasan, tapi tidak pernah diubah, ”ujarnya.

Bahkan salah satunya merupakan kado istimewa dari Sunan Kalijagi, tokoh agama Islam yang juga Wali Songa.

Pdf) Sejarah Sosial Budaya Masyarakat Cina Benteng Di Kota Tangerang

Syaroji menambahkan, empat pilar tersebut tidak terlalu berarti. Jumlah pilar yang ada saat ini juga tidak mewakili apa pun.

“Contohnya ini hanya contoh saja, ada yang mengucapkan Khulafaur Rasiydin yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Merekalah yang menafsirkannya di sana. Tolong dimaknai di situ, tapi pilar ini tidak jadi soal,” kata Syaroji.

Dengarkan berita terkini dan berita pilihan kami langsung ke ponsel Anda. Pilih saluran berita favorit Anda untuk mengakses saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda Install Aplikasi WhatsApp (WBO) – Meningkatnya minat terhadap sejarah selama ribuan tahun, komunitas Wara-Wiri Mengajar melakukan wisata edukasi di beberapa tempat bersejarah di Kota Tangerang, mulai dari Al. -Alun-Alun Masjid Agung Azhom.

Direktur Roslyn Martiana mengatakan, dalam acara bertajuk “Pembumian Tempat Bersejarah di Kota Tangerang” ini, terdapat lima lokasi yang dikunjungi antara lain Taman Makam Pahlawan Taruna, Stadion Fort Reborn, Candi Bon Teck Biya, Makam Kalipasir dan wisata pasar lama bersama Jawara. Transportasi bus.

Pdf) Membangun Pinggiran, Menyangga Ibukota: Arsitektur Dan Infrastruktur Kota Tangerang Di Masa Kolonial Abad 18 20

“Acara ini diikuti 92 peserta yang sebelumnya mendaftar secara online. Kita belajar tentang sejarah mengemudikan dua bus Jawara dan gratis. “Mereka hanya membawa botol air dan payung atau jas hujan,” kata Roslina saat dihubungi, Minggu (23/7).

Baca juga  Apakah Yang Kamu Rasakan Ketika Hakmu Terpenuhi

Selain itu, kata Roslina, peserta juga didampingi oleh pemandu wisata dan dibagikan minuman ringan. Dan untuk memeriahkan acara, doorprize menarik telah disiapkan oleh Wara-wiri Mengajar, sebuah TBM atau Taman Baca Masyarakat yang didirikan pada tahun 2017.

Di bawah kepemimpinan Panji Bahri, Wara-Wiri mengajar dan sering melakukan kegiatan lain seperti kegiatan amal untuk anak yatim, kelas membaca di taman umum, dan kali ini menjadi tuan rumah acara pendidikan sejarah di kota Tangerang.

“Saya berharap masyarakat Kota Tangerang khususnya generasi milenial mengetahui sejarah kotanya.” Misalnya saja di Taman Makam Pahlawan Taruna, ada seorang pahlawan yang dimakamkan di sana dan namanya diabadikan di jalan yang melintasi Tangerang hingga Jakarta, yaitu Mayor Elias Daniel Mogot atau lebih dikenal dengan Daan Mogot, kata Roslina.

Bangunan Sejarah Di Kota Tangerang Perlu Dilestarikan

Sedangkan Wara Wiri Mengajar berlokasi di Jalan Marshall Suryadarma Gang Kong Aneng, RT.004/RW.002, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang dan untuk kegiatan seru lainnya bisa dilihat di Instagramnya di @warawiri .mengajar. (ed.)

KOTA TANGERANG (WBO) – Sutradara Tangerang Andi Oni membuka Festival Bonsai Tangerang atau Tabo Fest 2024. Ini merupakan acara pertama yang digelar

KOTA TANGERANG (WBO) – Sekretaris Daerah (Sekda) Tangerang Moh Maesyal Rasid menghimbau para guru dan orang tua untuk terus menggalakkan pendidikan agama

KOTA TANGERANG (WBO) – Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang pada Sabtu 11 Mei 2024 menyebabkan genangan air di Pasar Mambo dan

Pdf) Perkembangan Kota Lama Tangerang Dan Potensinya Sebagai Destinasi Wisata Pusaka

KOTA TANGERANG (WBO) – Penjabat (PJ) Wali Kota Tangerang Dr. Noordin menghadiri dan memperingati Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman,

KOTA TANGERANG (WBO) – Jamaah haji 2024 di Kota Tangerang resmi diberangkatkan hari ini. Dikeluarkan langsung oleh Pj Walikota Tangerang

Di Banten, Kawasan Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangsel, Lebak dan Pandeglang, Politik, Serang Raya| 2 hari yang lalu BARU – Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terhadap cagar budaya tercermin dalam Rencana Zonasi Kota Tangerang No. 3 dari 2018.

Rizal Ridola, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, mengatakan Kota Tangerang saat ini memiliki 24 monumen budaya di beberapa lokasi.

Kebudayaan Nusantara Dari Tangerang Ini Tetap Terlestarikan Meski Digempur Modernisasi

“Warisan budaya yang ada di Kota Tangerang antara lain Bendungan Pasar Baru, Masjid dan Pemakaman Kalipasir, Pura Boyen Teck Biya, Lapas Wanita Kota Tangerang dan lain-lain,” kata Rizal, Senin (10/9/2023).

Baca juga: Guru Agama SMKN 1 Taliwang Diperiksa Orang Tua Siswa Terkait Hukum Penghalang Siswa Sholat

Baca juga  Informasi Yang Disajikan Dalam Kalimat Penjelas Berupa

Keberadaan cagar budaya tersebut menjadi bukti nyata bahwa Kota Tangerang mempunyai nilai sejarah penting yang patut diketahui secara turun-temurun.

Sekadar informasi, warisan budaya adalah warisan budaya berwujud yang harus dilestarikan keberadaannya. Karena itu penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan/atau kebudayaan melalui proses definisi.

Taman Di Tangerang Untuk Liburan Singkat Di Akhir Pekan

Artinya, warisan budaya yang tergolong warisan budaya adalah warisan budaya yang bersifat konkrit yang dapat dilihat dan diraba oleh indera. Memiliki berat dan dimensi nyata.

8. Rutan Remaja II A – Jalan Pemuda Nomor 1, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang

9. Candi Boen San Biya – Jalan KS Tubun Nomor 43, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang

14. Rumah Arsitektur Cina Tang Su Ek – Jalan Imam Bonjol, RT 03, RW 07, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang

Sumber Daya Alam: Jenis, Manfaat Dan Contoh Sda (up 2022)

16. Museum Lapas Wanita Kota Tangerang – Jalan Daan Mogor, Ruang 28 C, Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang 19 Oktober 2022 16:42 19 Oktober 2022 16:42 Diperbarui: 20 Oktober 2022 13:12 2017 3 0

Tempat bersejarah ini terletak di jantung kota yaitu Kelurahan Kademangan, Setu, Kota Tangsel, Banten yang disebut Taman Makam Seribu Pahlawan Serpong. Meski bernama “Seribu”, bukan berarti kuburannya ada seribu, hanya sekitar 240 kuburan.

Terdapat 151 nama pahlawan pada tugu peringatan tersebut dengan nama pahlawan di TMZ, 87 lainnya ditulis sebagai Pahlawan Tak Dikenal. Dan inilah 2 kuburan baru lagi yang terletak di sebelah kiri tugu berbentuk segitiga yang ujungnya menyerupai tombak.

Kedua makam tersebut atas nama Almarhum H.E.Mughni Sastradipuri bin H.Asnawi yang meninggal dunia pada tahun 2000, beliau adalah seorang prajurit berpangkat terakhir Kolonel (Panglima) dan disebelahnya Almarhum Hj. Ratnaningsih Mughni bin Samsuri Partha Supadma yang meninggal dunia pada tahun 2003. Kedua makam tersebut adalah orang tua Wali Kota Tangerang Selatan yaitu Dr. H.Benjamin Downey.

Candi Borobudur, Landmark Indonesia Dan Situs Warisan Dunia

Makan Pahlawan Seribu Serpong mempunyai warna yang sama pada batu nisannya yaitu merah di bagian atas dan putih di bagian bawah melambangkan warna bendera Indonesia.

Makam Pahlawan di Seribu Serpong sangat erat kaitannya dengan sejarah bangsa Indonesia. Secara umum Indonesia sudah merdeka sejak tahun 1945, namun wilayah Serpong masih diduduki oleh pasukan NICA (Netherlands Civil Administration). Pada tanggal 26 Mei 1946, Serpong diserang oleh pasukan Belanda dan sekitar 200 orang tewas di medan perang, termasuk pemimpin K. H. Ibrahim dan Yaro Tiking.

Padahal, dulu jenazah para pahlawan TMP Seribu Serpong dimakamkan di lokasi pertempuran yang terletak di pertigaan Kecamatan Cisauk atau lebih dikenal dengan Pasar Lebak, Kabupaten Tangerang.

Sebuah monumen pahlawan juga didirikan di tempat ini. Namun seiring pesatnya perkembangan kawasan, makam para pahlawan ini “dipinggirkan” oleh perusahaan komersial yang sibuk dan persimpangan Tisauk yang berbentuk T terkenal dengan kemacetan lalu lintas. Alhasil, TMP yang berada di lokasi Pangkalan Pertempuran Seribu Pahlawan dipindahkan ke lokasi Panti Sosial Kota Tangerang saat ini yang melayani lansia terlantar di ODGJ. Jalankan 2024!

Modul Projek Kearifan Lokal

Dikenal dengan perkembangannya yang pesat, Kota Tangerang juga mempunyai peninggalan sejarah yang tak kalah menarik.