Munculnya Kebangkitan Nasional Di Indonesia Berhubungan Erat Dengan

Munculnya Kebangkitan Nasional Di Indonesia Berhubungan Erat Dengan – Apakah kamu suka buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda secara online secara gratis dalam hitungan menit! Buat flipbook Anda sendiri

238 Kelas VIII SMP/MT f. Berikut adalah berbagai peristiwa dan pengaruh dari luar negeri yang terlibat dalam pergerakan nasional Indonesia. 1) Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905 Pada tahun 1904-1905, perang Jepang melawan Rusia dimulai. Rusia adalah negara Eropa sedangkan Jepang adalah negara Asia. Tentara Jepang berhasil mengalahkan Rusia dan menjadi inspirasi bagi negara-negara Asia lainnya untuk mengalahkan negara-negara Barat. Keyakinan tumbuh di negara-negara Asia bahwa mereka dapat melawan penjajah. 2) Perkembangan Nasionalisme di Berbagai Negara Abad ke-20 menunjukkan perjuangan pergerakan nasional di negara-negara jajahan Asia dan Afrika. Di India, koloni Inggris, muncul gerakan dengan tokohnya Mahatma Gandhi dan Muhammad Ali Jinnah. Di Filipina, Jose Rizal memimpin perlawanan terhadap penjajah Spanyol. Di Cina, dr. Sun Yat-sen dikenal dengan gerakan reformasinya. Kegiatan kelompok berikut ini bisa kamu lakukan untuk memperluas wawasanmu bagi perkembangan berbagai organisasi di masa pergerakan nasional! 1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4-5 orang. 2. Mengunjungi perpustakaan, kemudian mencari buku-buku tentang perkembangan berbagai organisasi nasional, daerah, dan keagamaan selama perkembangan pergerakan nasional. 3. Diskusikan perkembangan organisasi pada masa pergerakan nasional! 4. Tulis rangkuman hasil diskusimu kemudian presentasikan di depan kelas! Nama organisasi tersebut merupakan sejarah lahirnya kegiatan perjuangan kelompok Jung Java

Munculnya Kebangkitan Nasional Di Indonesia Berhubungan Erat Dengan

ILMU SOSIAL 239 Nama Organisasi Tanggal Pendirian Tujuan Bentuk Perjuangan Trikoro Dharmo Jong Islamieten Bond Persatuan Pemuda Kristen (PPK) Muhammadiyah Nahdlatul Ulama ………………….. .. 5. Setelah mendiskusikan hasil rangkuman kalian di depan kelas, buatlah catatan berdasarkan informasi dari kelompok lain!

Pdf) Akulturasi Nilai Nilai Budaya Lokal Dan Keagamaan Dan Pengaruhnya Terhadap Perilaku Perilaku Sosial

Setelah melakukan kegiatan 240 kelompok SMP/MTs Kelas VIII, tentunya akan banyak ditemukan organisasi lain yang berkembang pada masa pergerakan nasional. Setiap organisasi memiliki bidang perjuangan tertentu, seperti bidang ekonomi, politik, sosial dan keagamaan. Setelah memahami berbagai organisasi perintis pergerakan nasional, selanjutnya Anda akan melihat bagaimana organisasi Pergerakan Nasional Indonesia terbentuk. 2. Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia Foto di atas diambil dari Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta. Bangunan tersebut merupakan stuya tua yang sangat penting bagi kebangkitan nasional Indonesia. Kebangkitan Nasional merupakan lahirnya kesadaran bangsa Indonesia untuk bersama-sama berjuang melepaskan diri dari penjajahan. Tentu Anda masih ingat bahwa tanggal 20 Mei selalu dikenang sebagai hari kebangkitan nasional. Tanggal 20 Mei 1908 adalah hari lahir Boedi Oetomo (Budi Utomo), organisasi Indonesia modern pertama yang meletakkan dasar-dasar pergerakan nasional Indonesia. Bagaimana kisah lahirnya Budi Utomo dan berbagai organisasi lainnya? Anda akan menemukannya melalui penjelasan di bawah ini. ke. Budi Utomo (BU) Pada awal abad ke-20 sudah banyak mahasiswa di kota-kota besar, khususnya di Pulau Jawa. Sebuah sekolah kedokteran bernama STOVIA (School tot Opleideing van Inlandsche Artsen) berlokasi di Batavia (Jakarta). Pimpinan mahasiswa kedokteran sepakat mendukung pendidikan masyarakat untuk kebaikan bangsa Indonesia. Pada tanggal 20 Mei 1908, mereka bersepakat membentuk organisasi bernama Buddy Utomo (BU) dan memilih Dr. Sotomo sebagai ketuanya. Tokoh lain yang mendirikan Budi Utomo adalah Gunawan, Kipto Mangonkusomo, dan RT Ario Tartokusomo. Sumber: http://infojakarta.net/tag/museum-kebangkitan-nasional Gambar 4.28 Museum Kebangkitan Nasional Indonesia, bekas gedung Stoya.

Baca juga  Tuliskan Tiga Tari Kreasi Daerah Beserta Pola Lantai Yang Digunakan

Ilmu Sosial 241 b. Sarekat Islam (SI) Gambar 4.29 memperlihatkan lingkungan Pasar Pintar di Sulu atau Surakarta, Jawa Tengah. Pada masa penjajahan, pasar ini dipenuhi oleh para pedagang Indonesia, Arab, dan Tionghoa. Akibat persaingan tidak sehat antara pedagang lokal dan pedagang Tionghoa, pada tahun 1911 KH Samanhudi dan RM Tirtoadisuryo mendirikan Serikat Dagang Islam (SDI) di Sulu. Pada mulanya tujuan utamanya adalah melindungi kepentingan pedagang lokal dari ancaman pedagang Cina. Saat itu, pedagang Tionghoa menguasai perdagangan di pasar, menggusur pedagang lokal yang kurang pendidikan dan pengalaman. Pada Kongres Surabaya tanggal 30 September 1912, SDI berubah menjadi Sirkuit Islam (SI). Perubahan nama ini bertujuan agar kegiatan organisasi lebih terbuka pada sektor lain, bukan hanya perdagangan. Pada tahun 1913, SI disutradarai oleh Haji Umar Syed Cocquarmento. SI Jung sangat menarik perhatian orang karena aktivitasnya membela orang. Pada tahun 1915, jumlah anggota SI mencapai 800.000. Pada tahun 1923, SI berganti nama menjadi Partai Sarkat Islami (SI), yang tidak bekerjasama dengan Belanda. Pada tahun 1927, PSI menetapkan tujuan gerakan yang jelas, yaitu Indonesia merdeka berdasarkan Islam. Sumber: http://infojakarta.net/tag/museum-kebangkitan-nasional Gambar 4.29 Lingkungan Pasar Pintar di Masa Lalu.

242 Kelas VIII SMP/MT c. Indische Partij (IP) Indische Partij (IP) adalah partai politik terbesar di Indonesia. Gambar 2.18 adalah IP pendiri dari apa yang dikenal sebagai tiga serangkai, yaitu E.F.E. Davos Decker (Dandirjo Satyabadi), R. M. Suwardi Suryaningrat dan Dr. Cipto Mangunkusumo. Indische Partij diumumkan pada 25 Desember 1912. Tujuan KI sangat jelas yaitu untuk mengembangkan jiwa nasionalisme Indonesia. Keanggotaan juga terbuka untuk semua golongan, tanpa memandang kebangsaan, agama dan ras. Pada tahun 1913, Belanda sedang mempersiapkan peringatan seratus tahun kemerdekaannya dari kekuasaan Prancis. Holland mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam peringatan hari tersebut. Statistik Indische Partij menentang proyek tersebut. Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat di surat kabar De Express berjudul Als Ik een Nederlander was (Andai Aku Orang Belanda). Suvardi mengkritik Belanda dengan mengatakan: Bagaimana Anda bisa meminta bangsa kolonial (Indonesia) untuk merayakan kemerdekaan kolonial? Pemerintah Belanda geram dengan perilaku tokoh-tokoh Indische Partij. Akhirnya Merpati Dekker, Tjepo Mangonkusomo dan Suvardi Soranangrat ditangkap dan dideportasi ke Belanda. Sumber: http://antoksoesanto.blogspot.co.id/2014/11/indische-partij-organization-politik-pertama-di-indonesia.html Gambar 4.30 Pendiri IP.

Baca juga  Mengalirnya Darah Ke Seluruh Tubuh Dinamakan Sistem

Ilmu Sosial 243 Pada tahun 1913, Belanda merayakan seratus tahun kemerdekaan Belanda dari kekuasaan Perancis. Holland mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam peringatan hari tersebut. Statistik IP menentang proyek tersebut. Suwardi Suryaningrat menulis artikel yang dimuat di surat kabar De Express berjudul Als Ik een Nederlander was (Andai Aku Orang Belanda). Suvardi mengecam Belanda dengan mengatakan bahwa tidak masuk akal bangsa jajahan (Indonesia) diminta merayakan kemerdekaan kolonial. Pemerintah Belanda geram dengan perilaku tokoh-tokoh IP tersebut. Akhirnya Merpati Dekker, Tjepo Mangonkusomo dan Suvardi Soranangrat ditangkap dan dideportasi ke Belanda. D. Perhimpunan Indonesia (PI) Awalnya disebut Indische Vereeniging, PI didirikan pada tahun 1908 oleh orang Indonesia di Belanda. Pada tahun 1922, Indische Vereeniging berganti nama menjadi Indonesische Vereeniging dengan aktivitas politik yang penting. Pada tahun 1925 berubah menjadi Persatuan Indonesia (PI). Nama majalah tersebut adalah Hindi Putra, yang kemudian diubah menjadi Indonesia Merdeka. Tujuan utama PI adalah mewujudkan Indonesia merdeka, pemerintahan Indonesia yang akuntabel kepada seluruh rakyat. Di antara tokoh IP tersebut adalah Muhammad Hatta, Ali Sasturamijuyo, Abdul Majeed Juivadingarat, Eva Kusumasumantri, Sastro Molono, Sarton, Gunawan Mangunkusomo dan Nazir Datuk Pamunak. Sumber: http://news.detik.com/berita/1767957/bung-hatta shoe-bally-yang-tak-pernah-terbeli Gambar 4.31 oleh Muhammad Hatta, Asosiasi Indonesia. panorama

Jum’at 20 Maret Ppkn Pak Obi Kelas 8h Quiz

244 SMP/MTs Kelas VIII Pada tahun 1925, IP mengeluarkan manifesto yang jelas tentang arah perjuangan, yaitu: a. Indonesia bersatu, bisa menghilangkan perbedaan, mematahkan kekuatan kolonial. B. Tindakan rakyat untuk mencapai Indonesia merdeka yang percaya pada kekuatan sendiri. C. Sangat penting melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam perjuangan kemerdekaan. D. Faktor yang kuat dan sangat diperlukan dalam semua urusan politik. -ku Kolonialisme mencederai dan mendemoralisasi jiwa dan raga bangsa, sehingga normalisasi kehidupan dan materi harus dilakukan secara serius. Manifesto 1925 sangat menggugah kesadaran bangsa Indonesia dan sangat mempengaruhi pola pergerakan nasional bangsa Indonesia. Ide manifesto 1925 muncul saat pemuda dijanjikan pada 28 Oktober 1928. Kongres Pemuda pertama diadakan di Jakarta pada tanggal 30 April sampai dengan 2 Mei 1926, yang diikuti oleh pemuda dari berbagai organisasi. Kongres ini berhasil menciptakan jaringan persatuan yang kuat, yang kemudian dilanjutkan dalam Kongres Pemuda Kedua pada tahun 1928. Pada tanggal 12 Agustus 1928 dibentuk panitia Kongres Pemuda II yang diketuai oleh Sugundo Joyoposito. Susunan kepanitiaan mewakili daerah-daerah di seluruh Indonesia. Beberapa tokoh Panitia Kongres antara lain Sugando (PPPI), Joko Marsid (Jong Java), M. Yamin (Jong Sumatran Bond), Amir Siarufuddin (Jong Batiks Bond), Sendak (Jong Calibus) G Lemina (Jong Ambon), Johan Moh. Cai (Jong Islamieten Bond), dan tokoh lainnya. Kongres kedua diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 yang diikuti oleh perwakilan organisasi kepemudaan dari seluruh Indonesia. Dalam kongres ini, keinginan untuk mendirikan negara sendiri semakin menguat. Suasana nasional tidak bisa diredam lagi. Akhirnya pada tanggal 28 Oktober 1928 dibacakan hasil Kongres Pemuda Kedua yang disebut Komitmen Pemuda. Tekad para pemuda kita putra putri indonesia kita akui satu darah kita bumi indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengakui bahwa kita adalah satu bangsa, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. bahasa

Baca juga  Tampilan Telapak Tangan Pada Saat Melakukan Servis Bola Voli Adalah

Ilmu Sosial 245 Banyak keputusan penting Kongres II tanggal 27-28 Oktober 1928: • Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. • Lagu Kebangsaan Indonesia ciptaan WR Supratman ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia. • Menentukan bendera merah putih sebagai lambang negara Indonesia. Hasil kongres tersebut adalah berdirinya Indonesia Moda pada tahun 1930. Indonesia Moda disasar berdasarkan etnis dan pendapat orang Indonesia. Pemerintah Belanda banyak menekan pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh para tokoh pemuda. Komentar lagu kebangsaan Indonesia dilarang dan penyebutan Merdeka tidak diperbolehkan. Para pemimpin muda menghadapi tekanan ini. Pada Kongres III Yogyakarta tahun 1938, tujuan memerdekakan tanah air dan bangsa diganti dengan menjaga martabat negara dan bangsa. -ku Partai Nasional Indonesia (PNI) Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung, dipimpin oleh Ir Soekarno. Tujuan PNI adalah Indonesia merdeka, dengan ideologi nasionalisme. PNI melakukan kegiatan politik, sosial dan ekonomi yang konkrit. Organisasi ini terbuka dan revolusioner, sehingga PNI segera memperoleh banyak anggota. Pengaruh Sukarno tersebar luas di masyarakat. Keterlibatan Haiti dalam aktivitas politik Scarano semakin memperkuat PNI. Kegiatan politik PNI dianggap sebagai ancaman bagi pemerintah Belanda, sehingga tokoh-tokoh PNI ditangkap.

Hari kebangkitan teknologi nasional, poster hari kebangkitan nasional, hari kebangkitan nasional adalah, hari kebangkitan nasional indonesia, makalah kebangkitan nasional, tanggal kebangkitan nasional, kebangkitan nasional, kebangkitan nasional indonesia, museum kebangkitan nasional, tokoh kebangkitan nasional, hari kebangkitan nasional, jl kebangkitan nasional solo