Lantip Tegese

Lantip Tegese – Assalamualaikum… Selamat datang di Kajian Bahasa Jawa. Pada artikel kali ini Ibu Linna akan menulis tentang Serat Wulangreh Pupuh Durma. Sri Pakubuana IV hingga Serat Wulangreh. Durma galak, menantang, pemarah, dan sombong. Dibawah ini adalah contoh Durma Pupuh Pada 1 dari Serat Wulangreh. Banyak orang yang belum paham apa maksud dari lirik lagu Durma tersebut. Pada gambar di atas sudah terdapat kata-kata sulit. Isi dan pesan lagunya dapat dipahami dari makna tersebut. Makapat adalah bahasa untuk menulis isi dan rangkaian lagu. Dia terutama menggunakan bahasa puisi dan terkadang Balisvara. Oleh karena itu, tidak mudah untuk memahami isi lagu Makapat. Berikut contoh pemahaman tema sebuah lagu: Kata-kata kavi diganti dengan lagu sehari-hari. Contoh: Darapon suda = mengurangi rerema di tyasireki = tenang hati b. Menambah atau mengurangi kata fleksibel Contoh: Kehendak Anda tetap = Kehendak Anda dapat dilaksanakan c. Tanda baca (titik, koma, koma, dan sebagainya) dapat diartikan secara bebas tanpa melanggar kaidah, tergantung bahasa yang digunakan. D. Jika kalimatnya bertentangan, maka harus dibalik. Contoh: Anoman melompat ke arah Anoman. Setelah mengetahui cara mencari tema sebuah lagu, sekarang mari kita berlatih mencari tema dan pesan Durma Gita di atas. Durma nomor 1.. Kerjakan pada link dibawah ini! https://forms.gle/79TaAXe5gE2fbSbc9 Semoga sukses latihannya : Slamet. 2016. Wursita Basa. Claughton : CV Sahbat BKS MGMP Cub. mati

Assalamu’alaikum mahasiswa, pada artikel kali ini Ibu Linna akan menulis tentang Serat Wulangreh Kinanti karya Susuhan Pakubuana IV Surakarta Hadiningrat. Lagu Wulangre karya Kinanti mempunyai pesan yang luar biasa. Mempunyai sifat bahagia, penyayang dan penuh kasih sayang. Ayat Wulangreh papuh kinanti berjumlah 16 kata (bait). 1 kinanti lengkap dengan 16 kata dan kamu harusnya senang, makan dan berguling sendiri. Hendaknya kamu biasakan untuk mempertajam hati nuranimu agar (pikiranmu) tajam menerima petunjuk, tidak makan dan tidur terus menerus, bersikap heroik, melatih diri dengan mengurangi makan dan minum. 02 Itu yang saya lakukan: berhenti makan, jangan makan berlebihan, jangan olah raga, gunakan secukupnya. Buatlah program, kurangi makan dan tidur, tidak nafsu berpesta, gunakan bila perlu (karena) sifat suka pesta kurang peka. 03 Jangan bangga pada dirimu sendiri ketika para bangsawan menyuruhmu: jangan mendekati orang jahat, kelakuanku yang buruk, Nora Wurun mengundangmu, agar kamu mati. Jika kamu berencana untuk menjadi hebat, jangan sombong, jangan bergaul dengan orang yang mempunyai kebiasaan buruk dan berperilaku buruk, karena suka atau tidak suka (hal itu) akan mencemari dirimu. 04 Sekalipun tokohnya pendek, sopan santunnya baik, atau kaya cerita, ada baiknya berbagi cerita yang bisa dijadikan contoh dan menambah kecerdasannya. Sekalipun dia berasal dari golongan bawah, mempunyai budi pekerti yang baik, atau mempunyai banyak cerita (bermanfaat), hendaknya kamu berinteraksi dengannya, (itu) akan menambah kepandaianmu. 05 Ketika seorang pemuda mempunyai rasa percaya diri, dia menuruti siapa pun yang bertemu dengannya. Jika bertemu banyak orang jahat, Nora Wurung bisa mengikutinya. Jika bertemu banyak penjahat, bisa-bisa Nora Wurung menjadi pencuri. Kalau dia masih muda, biasanya dia mengikuti lingkungan, kalau di lingkungan itu banyak penjahat, dia jahat. Jika di sekelilingnya banyak pencuri, ia akan mahir mencuri. 06 Kalaupun kamu tidak ikut serta, kamu harus mengetahui kelakuan pencuri itu, karena itu jahat, kadang-kadang kamu lihat, penuntun setan. Sekalipun Anda tidak ikut (mencuri), Anda pasti tahu cara mencuri. Demikanlah (Karakter) Segala amal buruk, mula-mula hanya diketahui, baru bisa dilakukan, itu bujukan setan. 07 Perbuatan baikku mudah jika kamu melakukannya, tetapi sulit jika kamu tidak melakukannya. Jika hal yang benar dilakukan, maka hal itu menjadi mudah. Kalau tidak dilakukan akan sulit. Memang enggan melakukannya, namun bila dilakukan (pekerjaan itu) bermanfaat bagi jiwa dan raga kita. 08 Saat ini, jika para pemuda rendah hati dan sombong, bangga pada diri mereka sendiri, bangga pada orang yang lebih tua, mereka menentang saya. Generasi muda saat ini sudah meninggalkan kesantunan dan kesopanan serta menganut kesombongan dan kesombongan. 09 Siapa kamu dan siapa aku Angalunyat dan Edir sama saja, anak muda jauh dari kata baik, mereka tidak mendengarkan cerita, cerita buruk dan baik. Juga kebiasaan berperilaku kasar dan sombong, tanpa mengenal teman satu sama lain, generasi muda menjauhi orang-orang baik, tidak mau mendengar cerita baik atau buruk. 10 Kisah masa laluku, perbuatan baik dan buruk, perbuatan baik dan buruk termasuk dalam cerita, makanya disebut cerita, ini semua diketahui. Berbicara tentang peristiwa yang terjadi, perbuatan baik dan buruk, baik buruknya tingkah laku termasuk dalam cerita, sehingga disebut cerita, segala sesuatunya perlu diketahui. 11Oleh karena itu, ada yang muda, yang tampan, yang tua, yang kaya, yang bermacam-macam warna kulitnya, yang baik dan yang jahat. Jadi, sebagai anak muda, kamu harus rajin berkomunikasi dan berdiskusi dengan orang tuamu yang banyak bicara. Ingat, ada banyak cara untuk berbicara, ada yang baik, ada yang buruk. 12 Baiklah, kamu harus melakukannya, jangan berbuat jahat dan waspadalah terhadap orang jahat, bahkan pada zaman sekarang. Pastikan Anda mengikuti pembicaraan yang baik, singkirkan yang buruk, jangan lakukan itu, berhati-hatilah terhadap semua orang yang berbicara akhir-akhir ini. 13Orang kaya banyak, tetapi kalau miskin, badannya hanya laki-laki. Ada banyak orang yang berbicara, tetapi perkataan mereka didasarkan pada motif egois, yang hanya menguntungkan mereka dan menimbulkan kejahatan yang tak terbatas. 14 Tidak seorang pun boleh berbicara dengan saya, saya adalah orang yang tertutup, tidak seorang pun boleh berbicara dengan saya. Tidak ada yang boleh berbicara dengannya kecuali dirinya sendiri dan tidak ada yang boleh mengikutinya karena mengira dia lebih baik, itulah kelakuan iblis, kamu tidak pantas berada di dekatnya. 15 Berpenampilan seperti anjing, kalau orang itu seperti itu, tidak ada gunanya. Kalau salah, itu menular, lebih baik menjauhinya. Kalau ketemu orang seperti itu, kejar dia seperti mengejar anjing, jangan dekati dia, kecuali duduk bersamanya pasti tertular, lebih baik hindari. 16 Poma-poma Vekasingh yang membaca surat ini lahir dan batin, surat ini suci dan dipersembahkan kepada orang tua pada saat lahirnya kehidupan batin. Kepada yang membaca surat ini: dengarkan baik-baik nasehatku, taatilah lahir dan batin, laksanakan apa yang tertulis dalam surat ini dan persembahkan lahir dan batin kepada orang tuamu. Damai sejahtera besertamu

Baca juga  Perbedaan Canon Dan Acapella

Lantip Tegese

Assalamu’alaikum… Saya Mullinnatus Saada, S.P.D. Saya calon guru kelas 8 SMP Negeri 1C Kabupaten Pati.

Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya By Ganesha Nurahmad

Abang Adat Alfabet Jawa Artikel Blog Cerita Cerita Saya Cerpen Latihan Puisi Kuis Lainnya Pengetahuan Guru Gaya Hidup Kompetisi Media Pembelajaran Penguasaan Alat Pengasuhan Resep TIK Perjalanan Sopan Bahasa Weng