Kade Ulah Nepi Ka Jati Kasilih Ku

Kade Ulah Nepi Ka Jati Kasilih Ku – .COM – Istilah Jati ka silih ku junti merupakan sebuah pepatah dalam bahasa Sunda yang artinya kedudukan penduduk asli kalah dengan kehadiran pendatang. Bahasa Sudan merupakan bahasa daerah yang termasuk dalam suku Sudan. Suku Sudan merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia yang kaya akan kekhasan dan keunikan.

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku bangsa sehingga menjadikannya negara yang kaya akan budaya. Keberagaman budaya bangsa merupakan warisan bangsa yang harus kita jaga. Kebudayaan bersifat relatif sehingga selalu berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia. Era globalisasi merupakan era perubahan yang menuntut setiap manusia untuk berpartisipasi dalam standar global. Budaya dan relativitas secara tidak langsung harus mengikuti arah globalisasi.

Kade Ulah Nepi Ka Jati Kasilih Ku

Permainan anak-anak Sudan merupakan salah satu kekayaan budaya Sudan. Permainan anak-anak Sudan banyak sekali jenisnya, seperti jajajungk/égrang, gatrik, sapintrong, boneka kucing, pérépet jengkol, bakiak, péclé dan lain-lain. Anak-anak kita saat ini merupakan generasi alpha yang lebih banyak mengenal lego, fuzzle, berbie, Mobile Legend, Fire fire, squishy dan lain sebagainya, sehingga tidak sedikit yang belum mengetahui tipe-tipe cucu sudan tersebut. mainan sebagai kekayaan budaya.

Sasaka Dikaislaman Sunda

Pupuh merupakan salah satu harta karun suku Sudan. Pupuh merupakan perpaduan antara seni sastra dengan lagu-lagu Sudan yang mempunyai kaidah dan standar tertentu sehingga dapat menghasilkan sebuah karya seni sastra yang indah. Namun sayangnya generasi alpha Sudan lebih banyak mengenal musik pop, rock, koplo, K-POP, Tik Tok dan lain-lain. Orang tua akan bangga jika anaknya lancar menyanyikan lagu K-POP daripada menyanyikan kupuh.

Baca juga  Berikut Ini Merupakan Manfaat Vertebrata Bagi Manusia Kecuali

Dalam komunikasi kita sehari-hari, bahkan anak-anak Sudan kita pun jauh lebih bangga menggunakan bahasa Indonesia atau bahkan bahasa asing. Hal ini tidak bisa dihindari karena orang tua mereka jauh lebih senang berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dengan anak-anaknya, meskipun tidak jarang percakapan yang mereka gunakan adalah percakapan menggunakan bahasa Karedok (gabungan bahasa Sunda dan bahasa Indonesia). . .

Dalam hal ini bukan berarti orang tua Sunni tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, namun akan lebih baik jika anak dibiasakan berkomunikasi dalam bahasa daerah. Orang tua akan bangga jika anaknya fasih berbahasa asing, namun tidak akan bersedih bila anak tidak bisa menggunakan bahasa Sunda dengan baik dan benar. Padahal bahasa Sudan merupakan bahasa ibu masyarakat Sudan.

Apa yang saya sampaikan di atas adalah beberapa contoh kecil pembuktian sifat satu sama lain. Di era modern ini, bukan tidak mungkin budaya daerah seperti kearifan lokal yang merupakan budaya nenek moyang bisa tersingkir oleh budaya asing akibat modernisasi. Sangat menyedihkan jika itu terjadi. Bagaimana nasib kebudayaan Sudan ke depan?

Plss Bantuin Y Nnti Di Follow Tp Wajib Follback Y Mksi ^^​

Akankah anak cucu kita sebagai masyarakat Sudan akan melupakan budaya Sudan sebagai budaya nenek moyangnya? Tentu saja hal tersebut tidak boleh terjadi, karena kebudayaan suatu bangsa merupakan cerminan dari kepribadian bangsa itu sendiri. Kekayaan budaya bangsa harus tetap dilestarikan di tengah pesatnya kemajuan dan perkembangan zaman.

Sebagai pendidik, kita mempunyai kewajiban untuk dapat menghadirkan budaya daerah kepada peserta didik sebagai kekayaan budaya negara. Hal ini didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program Merdeka Belajar yang menyelenggarakan Festival Bahasa Ibu Tunas (FTBI) sebagai upaya revitalisasi bahasa daerah melalui generasi muda sebagai apresiasi kepada para peserta. program revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Hal ini mencerminkan kepedulian negara terhadap pelestarian budaya daerah, khususnya bahasa daerah.

Baca juga  Kata-kata Pokok Yang Dibahas Dalam Sebuah Iklan Disebut

Begitu pula dengan permainan anak-anak Sudan yang mulai dikenalkan di lingkungan sekolah melalui pembelajaran olahraga seperti égrang, bakiak, boy-boyan, dan lain-lain.

Dengan aktivitas yang kami lakukan, in shaa allah jati satu sama lain tidak akan pernah terjadi. Kebudayaan daerah sebagai kearifan lokal akan terus berkembang menjadi kebudayaan nasional yang menjadi identitas bangsa Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ika.

Abah Ngawaos: January 2015

Kami berharap dengan mengenalkan budaya Sudan melalui bidang pendidikan, anak-anak kita akan menjadi orang Sudan sejati yang mencintai dan melestarikan budaya nenek moyangnya.

Ka argo jati, yayan jatnika ulah noong ka kolong, huruf lontara ka ki ku ke ko, mulih ka jati mulang ka asal, ku ka, download lagu yayan jatnika ulah noong ka kolong, jati kasilih ku junti, jadwal ka argo jati