Bila Kita Sering Bertanya Ilmu Menjadi

Bila Kita Sering Bertanya Ilmu Menjadi – Islam adalah agama yang membimbing manusia menuju akhlak yang baik. Allah mengutus dunia bukan untuk menjadikan manusia hebat dalam segala bidang, melainkan untuk menyempurnakan akhlak. Untuk apa mempunyai harta yang besar, ilmu yang besar atau kekuasaan yang besar padahal akhlaknya buruk? Faktanya, kemurahan hati tidak diimbangi dengan moralitas dan akan menyinggung perasaan penjahat

Akhlak yang disukai Allah dan Rasul-Nya salah satunya adalah sikap Tawadu, sedangkan kebalikan dari sikap Tawadu adalah kesombongan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong Sebab gelar keagungan dan keagungan hanyalah milik Allah saja dan tidak ada yang mampu menandinginya. Agar keimanan kita semakin meyakinkan, mari kita simak hadis berikut ini

Bila Kita Sering Bertanya Ilmu Menjadi

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ مَّر قَالَ رَجُلٌ إ ِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْب َةً ْ الْجَمَالَ الْكِببالَ الْجَم َالَ الْكِبب وَغَمْطُ النَّاسِ

Cara Mengatasi Lupa Saat Belajar

Berkata: “Dalam hadis ini ada larangan menyombongkan diri, yaitu menyombongkan diri terhadap orang lain, menghinanya dan mengingkari kebenaran” (Sirah Sahih Muslim Imam Nawawi, II/163 dst. Dar Ibnu Haytham).

Hadits di atas menjelaskan bahwa rasa sombong sekecil apa pun akan diperhitungkan oleh Allah di kemudian hari. Artinya kesombongan merupakan suatu sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT Dan indikator perilaku sombong itu ada dua, yaitu – orang yang mengingkari kebenaran dan orang yang suka mempermalukan atau merendahkan orang lain. Kita sering bertemu orang-orang seperti itu dalam kehidupan kita sehari-hari Baik itu di rumah, sekolah, kampus, kantor dan dimana saja Orang yang biasanya memberikan nasihat atau bimbingan yang benar, menolak kebenaran, mereka akan menolaknya karena merasa dirinya benar dan mengabaikan orang lain. Sedangkan mereka yang memilih merendahkan orang lain adalah mereka yang merasa superior

Baca juga  Berikut Ini Yang Tidak Termasuk Aspek Pancagatra Wawasan Nusantara Adalah

Kesombongan bisa muncul karena seseorang belum mengetahui siapa hakikat dirinya dan Tuhannya, apa kedudukannya di hadapan Tuhan dan untuk tujuan apa ia diciptakan. Kegagalan mengenal diri sendiri dan Tuhan akan menimbulkan kekeliruan dalam keimanan, ilmu dan peradaban yang kemudian berujung pada kesombongan. Meski kita adalah makhluk yang sangat kecil di mata Tuhan, namun di manakah kehebatan manusia? Kesombongan dalam diri seseorang disebabkan oleh empat hal, yaitu:

. Pada dasarnya, semakin tinggi ilmu seseorang, maka hendaknya ia semakin sopan, rendah hati, dan suka membantu orang lain Namun terkadang ada orang yang menyombongkan ilmu yang dimilikinya hingga menghina orang lain Faktanya, manusia hanya diberi sedikit hikmah oleh Tuhan Masih banyak ilmu yang belum diketahui orang Namun manusia sombong sehingga ilmunya tidak berkah Bukankah Allah SWT? Allah dapat menarik ilmu dari seseorang sesuai dengan kehendak-Nya Ilmu yang paling baik adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan membantu/menyelamatkan agama Dengan cara ini, ketika orang memegang rekening, mereka dapat bertanggung jawab atas apa yang ada di dunia pengetahuannya

Khutbah Jumat Masjid Istiqlal: Menata Hati Dan Kecerdasan Budi Menuju Pribadi Tangguh Dan Sukses

Pada dasarnya manusia tidak punya apa-apa Segala kekayaan yang kita miliki merupakan titipan dari Allah yang akan diminta-Nya kapan saja Karena manusia dititipi harta, maka kita harus menggunakannya sesuai petunjuk orang yang menitipkannya Kita bertanggung jawab atas harta kita, kita harus menggunakannya di jalan Allah

Namun terkadang ada orang yang bangga dengan harta miliknya Padahal itu sebenarnya bukan miliknya Berhati-hatilah saat seseorang menyombongkan kekayaan yang dimilikinya Kekayaan dapat membinasakan manusia bila tidak dimanfaatkan sesuai petunjuk agama Faktanya, Al-Qur’an sering mengatakan bahwa kekayaan Anda adalah ujian bagi Anda Orang yang mempunyai harta banyak cenderung sombong

Baca juga  Peraturan Yang Digunakan Untuk Melaksanakan Undang-undang Dasar 1945 Adalah

Pangkat dan pangkat merupakan sebuah kenikmatan yang selalu dicari oleh sebagian besar orang Bagi mereka, merupakan suatu kebahagiaan jika mempunyai kedudukan yang tinggi di mata masyarakat Walaupun Allah tidak memandang status atau kedudukan seseorang di dunia, namun agamalah yang dijadikan penilaian oleh Allah. Jika kedudukan tinggi hanya menjadikan manusia sombong dan merusak tatanan agama, maka kedudukannya di dunia sebenarnya tidak ada apa-apanya Ini akan sangat memalukan di kemudian hari

Di zaman modern ini, sangat mudah untuk menemukan orang-orang yang tergila-gila pada popularitas Bahkan hanya melalui internet, kita bisa melihat betapa banyak orang yang mengorbankan nilai-nilai agama, moral, bahkan harga diri demi mendapatkan lebih banyak pengikut. Segala sesuatu yang tampak bukanlah pengikut dalam hal ketaatan, melainkan untuk memenuhi keinginan, yaitu mendapatkan lebih banyak. Ketika orang mempunyai banyak pengikut, egonya menjadi semakin besar, mereka akan merasa berhak untuk mengikuti, terlepas dari apakah mereka mendapat manfaat atau tidak. Mempunyai jumlah pengikut yang banyak bukan berarti seseorang itu baik di sisi Allah

Adab Mencari Ilmu Dalam Islam, Boleh Banyak Bertanya?