Anake Gelungan Ibune Ngrembyang Yaiku

Anake Gelungan Ibune Ngrembyang Yaiku – Kata-kata yang Anda cari ada di dalam buku ini. Untuk konten yang lebih bertarget, lakukan pencarian teks lengkap dengan mengklik di sini.

Isi Sampul …………………………………………. …. .. …. …………………… … .. …i Arti Kata Kangkriman…. .. …………………. …… … ……… …….. .. …….1 Tujuan pendidikan…… …… … ……. …………… … ……………. ….. ………… ..1 Daftar Isi………. … …. …… ……………. ……. … …….. ….. . ………ii ii Jenis pertempuran ……….. ….. …… ………….. ………………………….. ….. . ….. ………….1 A. Tsangrkiman Vanjahan…………….. …….. …………. …. ………….1 B. Keputusan pengalihan… ……. ….. ……………….. …. ………………….. ………. …. ….2 K. Kangrkiman Blenderan…. ……. ……………. …….. .. ………. …. ….. ..3 Lagu D. Kangrkiman………………….. ….. .3 Daftar Pustaka….. …… …… ………….. … …………. …. …… …. …………4

Anake Gelungan Ibune Ngrembyang Yaiku

Tujuan Pembelajaran Cangkriman Siswa dapat menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa ide, pemikiran, perasaan, pandangan, petunjuk atau pesan yang relevan dari berbagai teks sastra dalam bentuk audio visual. Arti Kankriman Tsangkriman adalah bunyi yang diam di tempatnya dan perlu dijawab atau menuntut tanggapan, disebut juga bedhekan atau batangan. Kangkriman berasal dari kata “kangkrim” yang berarti “sayap, kemauan, batang, tudung”, kata tersebut kini menjadi misteri. Changkriman=batangan=bedekan, yaitu kata yang harus dipatahkan karena kata tersebut mempunyai arti yang salah.Jenis Changkriman Changkriman terbagi menjadi 4 yaitu: A. Vanka artinya pendek, Vanka artinya pendek. Contoh teka-teki kata; 1) “Viva vite, lesbadonge, carvapeque”, yaitu; Pohonnya panjang, daunnya lebar, dan bijinya panjang. 2) “Pakboletus”, yaitu. seratus jejak kerbau. 3) “bungkus bom, bungkus kayu, bungkus minuman”, yaitu. jejak kerbau lebar, jejak ular panjang, jejak sapi sempit. 4) “Pinhankileng”, yaitu; Seekor sapi di kandang melihat ke bawah ke kakinya. 5) “Pak Kentik”, yaitu. jejaknya kecil. 6) “Surles pedeg ver-veran”, yaitu; rambut basah dikeringkan di jeveran-jeveran. 7) “Burnas kopen”, yaitu; Cokopen adalah warna biru hangat. 8) “Kereta linier”, yaitu. Dinding batunya terbakar. 9) “Ketan Kecil”, yaitu; Kaki diikat. 10) “Sinya orang tua”, yaitu; Gigi dan gusi bengkak. 11) “Langdikum ditasbir”, yakni Lulang menelan ludah dan meludah. 12) “Gowang pelot”, yaitu; Ada sebuah pintu dengan pintu yang mengkilat. 13) “Itik pertis ibu perbeng ija perlong”, yaitu. Kotoran ayam mirip petis, kotoran kerbau mirip ameng, dan kotoran gajah mirip golong. 14) “Ling chik tu tu lin lin yu”, yaitu. pencuri melempar batu, pencuri melempar batu. 15) “Shasta”, yaitu. sapi itu sedang makan. 16) “Potel Kidi”, yaitu; Tompo ketakutan. 17) “Rangsinyu muksitu”, yakni Lembah itu dipenuhi air dan pasirnya dipenuhi batu. 18) “Garis laut”, yaitu Nasinya pedas. 1

Baca juga  Menggabungkan Bagian-bagian Dari Sebuah Produk Termasuk Dalam Tahap

Coba Sebutna Jenise Cangkriman ?

19) “Surles penen”, yaitu; Jalannya basah. 20) “Tabung rentan”, yaitu Giginya bergemeretak. 21) “Suru bregitu”, yaitu; Anjing itu tidur di bawah batu. 22) “Nituk lersure”, yaitu. Nini tertidur di bahunya. 23) “Tempat lengket”, mis. Nangka menempel di rumput. 24) “Burung Biru”, yaitu; Pamanku menguburkan bibinya yang kurus, kurus, dan kurus. 25) “Badai Buta”, yaitu; Tambang tersebut ditempatkan di dalam truk. 26) “Yu mahe rong, lut mahe ndhut”, yaitu; Rumahnya kotor, rumahnya kotor. 2. Masalah pergerakan. Masalah pergerakan adalah masalah yang berhubungan dengan pemilik produk. Bindha artinya kaya, kadi, kadya, lir, penda. Teka-teki bergerak disebut juga irib-irib. Contoh teka-teki bergerak: 1) “Nasi tinggi” = ikan haring. 2) “Sufray pitik valik saba”, = sulak/kemotseng. 3) “Menghentakkan anak, membelai ibu” = tangga/tangga. 4) “Pak Demang bajunya merah, kalau lebam nanti botak, kalau ditusuk akan hilang kepala,” = ontel bunga pisang/pisang. 5) “Anak laki-laki itu sedang tidur di taman”, = Rumah/Yarum. 6) “Dikokot-bokkot dengan tip gratis,” = rokok. 7) “Potong lebih tinggi lagi” = Sabtu/Sb. 8) “Ia lepas landas dan berkembang biak” = Orang-orang menggali bumi/Orang-orang menggali bumi. 9) “Ada rambut, tapi tidak ada kepala” = Jagung. 10) “Kalau kecil itu teman, kalau besar itu musuh,” = api/api. 11) “Berapa banyak mata yang kita miliki?”, = 6 item; kami, sapi, danau. 12) “Jangan turun kecuali kamu membawa sekantong merica,” = Kates/buah pepaya. 13) “Gajah menelan penghancur batu,” = dapur/tungku kayu. 14) “Kebo bule cancang merang” = Buntil/ Makanan khas Jawa yang dibungkus dengan daun pepaya, berisi parutan kelapa, teri, dll. 15) “Lampu mana yang pecah?”, = lampu toko yang tutup/lampu toko yang baru saja tutup. 16) “Ada tulisan arabnya, bacanya dari mana?”, = Dari hutan/dari hutan. 17) “Jika yang bawah runtuh, mereka mencari yang atas,” = atap tanah liat/atap tanah liat. 18) “Berjalan dengan dua kaki, berdiri dengan empat belas kaki”, = Penjual sate membawa / Yang menjual sate membawa; Diangkat 8 kaki; 4 pijakan kaki; 2 kaki dari penjual. 19) “Anak Laki-Laki yang Membawa Pulang” = Siput/Siput. 20) “Di atas bayangan, di dasar laut” = mengumpulkan crambil/mengumpulkan kelapa. 21) “Disuguh opak angin”, = tidak terjadi apa-apa 22) “Anak ibunya sedang bicara”, = pakis. 23) “Aku sudah besar, kenapa kamu tertawa” = menangis. 24) “Jika satu ibu mempunyai dua anak, jika satu anak mempunyai dua anak, jika tiga ibu mempunyai anak,” = salak. 25) “Jam berapa jam dua lewat lima menit?”, = Delapan/delapan. 26) “Bagian depan berwarna hitam, belakang berwarna hitam, bagian tengah berwarna terang,” = Orang yang membawa batu bara/Orang yang membawa batu bara. 2

Baca juga  Hakmu Sebagai Anak Di Rumah

3. Blenderan Puzzle Blenderan Puzzle merupakan puzzle yang tampilannya seru dan menarik. Blender artinya memberi kesenangan. Contoh kombinasi puzzle; 1) “Orang-orang yang datang kesini senang dengan nasinya” = nasinya ingin bersedih karena kelaparan. 2) “Ditulis dalam bahasa Arab, kamu baca ini dimana?”, = harimau dari hutan 3) “Ular tidak mandi sekarang,” = ular sedang merayap. 4) “Bisakah warna biru berubah menjadi ungu saat digunakan?” = Hit. 5) “Yang menjual tempe terikat” = Yang terikat bukanlah orang, melainkan tempe. 6) “Penjual kelapa yang dipukul” = yang dipukul bukan orangnya, melainkan kelapanya. 7) “Gajah menginjak telurnya dan tidak pecah,” = Yang tidak memecahkan gajah. 8) “Senyuman Mati”, = Yang tersenyum bukanlah orang mati, melainkan hidup. 4. Nyanyian Kangkriman. Contoh teka teki lagu pokung ; 1) “Pakung-pakung, rantai kalung dari kayu, Ularnya panjang, Besimu miring, Kalau dipanggil, pakung tinggal berangkat ke kota. (artinya; kereta api)” 2) “Pakung-pokung, mulutku. Setiap kali di telaga, angkat perutnya yang kering, Prapteng wisma si pocung mutah kuwaya. (artinya; mencicit).” 3) “Pokung ayah, ini bukan batu atau gunung, abangmu di Plembang, ini apa kata bupati: Kalau pokung jalan di lembah.. (maksudnya gajah).” 4) “Hanya mulutnya, dan dua mata pertama, kalau berhasil, potong dua mata, satu kepala, bangun dan pergi ke mereka akan dimasukkan ke dalam penjara, mereka akan mati semasa hidup, mijil baka akan menjadi ranting. (artinya: lebih ringan lebih mudah)” 6) “Bapak Pokung itu ibarat gunung. Kalau tidak ada yang sayang padamu, semua orang akan benci kamu. (artinya: Vodun)” 7) “Ayah, ada tujuh saudara laki-laki dan perempuan, semuanya identik, enam di antaranya meninggal, dan satu masih hidup, tujuh bersaudara tidak pernah hidup bersama. (artinya; saptavara/hari)” 8 ) Contoh teka-teki dalam lagu Asmaradana ; “Ada dapur, tanpa kepala tanpa tiang, hanya garis perut, dua kaki, Tak ada ruang Dup. Sejak awal, tempat ini penuh dengan orang. (artinya; kola)”. 9) Contoh lagu Kinanti Kangkriman; “Ratu itu lebih cantik, Tak ada yang menandinginya, Tubuhmu indah, Setiap hari berubah, Kalau hari cerah, yang ada hanya hujan. cerah (nilai bulan)” 3

Baca juga  Teknik Menyanyi Yang Dilakukan Satu Demi Satu Disebut